Sejak bulan Juli 2008 lalu akhirnya Adobe Photoshop Lightroom merilis versi yang terbarunya yaitu versi 2. Dan baru beberapa minggu lalu gua tau dari temen kalo udah rilis. Setelah cari tau apa aja yg ditambahin dan diperbaharuin di software ini, pastinya gua langsung upgrade dongs :D hehe.
Disini gua mau berbagi sedikit tentang ada apa dengan Adobe Photoshop Lighroom 2 dan sedikit kegunaannya dari software buatan Adobe, perusahaan raksasa piranti lunak ini.
Jadi apa aja yang ditambah, dirubah dan baru di Ligtroom 2? Jawabannya ada banyak yang di update di versi ter-anyar ini tapi yg pengen gua coba bahas disini adalah perbandingan dari Lightroom versi 2 dengan yang sebelumnya di dua module yg sering gua pake, yaitu Library dan Develop module. Dan juga, karena yg gua coba bahas disini agak2 panjang, jadi akan gua bagi jadi 2 part.. part 1 ngebahas library module.. part 2 ngebahas develop module.
—
Kalau kita mau upgrade ke Lightroom 2, tidak perlu takut kehilangan segala setting dan catalog yg udah kita buat atau kita pergunakan di Lightroom 1. Karena Lightroom mencatat semuanya dan dimasukkan secara otomatis ke versi yg lebih baru. Begitu juga dengan catalog, setelah kita install Lightroom 2, akan ada pilihan untuk meng-upgrade pula catalog yg lama dan tetap menggunakannya.
Bagaimana dengan preset2 yg udah kita bikin? Yang ini juga bukan masalah karena Lightroom juga otomatis meng-upgrade dan dapat digunakan layaknya waktu kita mempergunakannya pada versi sebelumnya. Tidak seperti ketika upgrade dari versi 1.1 ke versi 1.4 yg terdapat perubahan pada nama file extension dari preset tersebut sehingga tidak dapat digunakan kecuali kita ganti dulu nama file extensionnya. Pada Lightroom versi 1.1 presetnya menggunakan file extension ‘.agtemplate’ sedangkan pada versi 1.4 file extensionnya berubah menjadi ‘.lrtemplate’. Itu memang menjadi sedikit masalah, tapi kalo upgrade dari versi 1.4 ke versi 2 yang tetap menggunakan file extension ‘.lrtemplate’, problem itu gak akan muncul. Oiya sebelumnya pada versi 1 Lightroom menambahkan titik angka seperti 1.1, 1.3, 1.4 pada tiap updatenya.. dan mungkin nanti pada versi 2 juga akan ada angka tambahan. Tapi pada tulisan gua ini untuk mempermudah, pada versi 1 gua tulis 1 aja tanpa angka2 tambahannya :D
—
THE LIBRARY MODULE
Library module adalah tempat dimana kita bisa meng-organisir foto2, yang bisa berfungsi juga sebagai foto browser dari foto2 yang udah di masukin (import) ke dalam Lightroom catalog. Yang mana catalog adalah database dari Lightroom itu sendiri atau tempat Lightroom mencatat data yang diperlukan oleh software tsb.

FOLDER PANEL
Di bagian folder panel ini kita bisa mengatur foto2 yang ada di Lightroom yang letaknya ada di jajaran panel sebelah kiri dari Library module. Disini terdapat beberapa perubahan dari versi sebelumnya. Kalo dulu folder2 yang udah di-import tapi keberadaan folder tersebut disimpan di luar harddisk komputer seperti di dalam external harddisk, dan harddisk tersebut tidak tersambung ke komputer dengan kata lain offline. Lightroom ngasih warning dengan memberi warna merah di folder2 yang offline seperti gambar 1.1 dibawah ini. Agak2 kurang enak ngeliatnya bukan? Dan juga informasi dimana letak foto aslinya tidak terdapat. Dengan itu agak susah buat kita kalo mau ngatur ulang tata letak folder tersebut dalam komputer.. seperti mau pindahin dan lain lain. Karena kebanyakan pengguna termasuk gua yang memilih untuk membiarkan lokasi foto yang akan di import ke dalam Lightroom tidak dirubah sama sekali lokasinya dalam komputer, dengan kata lain Lightroom hanya boleh mencatat data dari foto2nya saja. Dan untuk melihat dimana letak foto aslinya, kita harus klik kanan dulu dan pilih menu show in finder (pada computer mac). Agak merepotkan..
Nah dengan versi yang baru ini, Lightroom mencatat semua yang udah masuk ke dalam Lightroom catalog berdasarkan disk drive atau volume, misal ada di flashdisk, external hardisk, dll. Seperti gambar 1.2 dibawah ini, dimana Modjo adalah nama harddisk komputer gua, sedangkan Raynphoto adalah nama external harddisk gua yang biasanya tempat gua taro foto2 yang udah selesai di edit. Letak foldernya terlihat lebih rapih dan lebih ter-organisir bukan? :D . Dari sini kita juga bisa ngatur file2 yang ada di komputer seperti drag-and-drop dari satu folder ke folder lainnya, menghapus atau membuat folder baru, dll. Dengan catatan file2 tersebut telah terdaftar oleh Lightroom.
Dan satu lagi perbedaan di Lightroom 2 ini.. di versi sebelumnya kita kalo mau rename folder kita bisa double klik di folder tersebut tapi di Lightroom 2 udah gak bisa lagi.. harus klik kanan dulu dan pilih rename. Sebenernya gua sih lebih suka fitur double klik untuk rename, knapa ilangin yah yang itu..

COLLECTIONS PANEL
Di bagian Library ini tidak hanya Folder Panel yang banyak diperbaharui oleh Adobe, tapi di Collection Panel juga kebagian diupdate fungsi2nya. Disini kita bisa buat set koleksi yang terdiri dari foto2 yang ada di catalog. Jadi kalo suka memberi tanda pada pada foto, seperti rating atau label.. gua rasa bagian Collection Panel ini sangat berguna untuk menyusun foto2 yang ada dalam Lightroom.
Pada versi sebelumnya, yang dapat kita lakukan adalah membuat set koleksi lalu memilih foto dan menambahkan foto terpilih ke dalam koleksi tersebut. Atau memilih beberapa foto dengan quick collection dan save, maka hasilnya akan muncul di bagian collection tsb. Memang agak ribet juga sih.. tapi emang begitu cara kerja software yang satu ini.. semua tentang susunan kerja atau workflow dalam post-processing. Jujur, karena gua sedikit agak pemalas, sebelumnya gua jarang gunain bagian ini.
Tapi sekarang bagian satu ini mulai gua lirik.. karena sekarang Lightroom menambahkan fitur Smart Collection dalam bagian ini.. canggih :D. Sebagai contoh, di Lightroom versi 2 ini ada 5 smart collection yang udah dibuat seperti gambar di 2.1. Yang artinya pada smart collection colored red, semua foto yang kita kasih label merah otomatis akan ditambahkan ke colored red collection.. begitu juga smart collection yang lain yang udah dibikin sama Lightroom.. masing2 koleksi bekerja sesuai namanya. Kenapa bisa gitu? Karena pada setiap smart collection ada rules-nya atau aturan2nnya. Coba klik kanan pada smart collection colored red dan pilih edit smart collection.. akan keluar window baru seperti gambar 2.2. Disitu bisa dilihat kalo pada smart collection yang berjudul colored red, ada rules yang mengatakan label color is red. Jadi jelas kan kenapa semua foto yang dikasih label merah bisa otomatis masuk kedalam koleksi itu.
Kita juga bisa bikin smart collection sendiri sesuai aturan2 yang kita mau untuk koleksinya. Dan bukan hanya satu aturan yg bisa dibuat dalam smart collection tapi bisa dikombinasikan dengan beberapa aturan. Seperti kita bisa bikin smart collection baru dengan aturan tiap foto yang dikasih label warna merah dengan mempunyai rating 5 bintang dan waktu pemotretannya dalam bulan ini. Itu berarti ada 3 aturan pada smart collectionnya.. jadi foto2 yg mempunyai aturan2 tersebut akan otomatis masuk ke smart collection yg baru kita buat tadi. Smart yah? :D

FIND PANEL?
Eh omong2 kemana find panel yang ada di Lightroom versi 1?? Pertama kali gua buka Lightroom 2, gua sempet hampir aja kecewa kalo salah satu fitur pencarian yang sering gua pake ilang. Dan juga di versi sebelumnya ada metadata browser yang mana kita bisa cari foto berdasarkan data yang ada di metadata seperti foto dengan jenis kamera tertentu, foto dengan diafragma tertentu, dll. Kok pada ilang? Kalo di bagian collection panel kan kita bisa dengan mudahnya menemukan foto , dengan catatan kita sudah membuat koleksi foto2nya. Tapi gimana kalo kita mau cari foto yang lebih spesifik dari ribuan foto yang ada di library. Susah juga kan? Masa disuruh browsing satu satu.. males banget.
Oh ternyata oh ternyata sekarang dua bagian itu dijadikan satu dan diganti namanya menjadi Library Filter. Tidak dihilangkan tapi disempurnakan kalo boleh bilang gitu. Trus posisinya sekarang bukan di panel2 sebelah kiri dari library lagi tapi ada di atas thumbnail foto seperti gambar 3.1. Jadi sekarang disinilah tempatnya kalo kita mau cari foto yang ada di library berdasarkan info2 dari tiap kolomnya yg bisa kita pilih.

SECONDARY DISPLAY
Yang satu ini fitur baru di Lightroom. Kalo liat di film strip toolbar yang ada di bagian bawah, ada icon baru seperti pada gambar 4.1 yg gua kasih kotak warna merah. Nomer satu yang artinya main display seperti tampilan Lightroom yg biasa kita lihat, dan kalo kita klik di nomer dua yg bisa juga di akses melalui (Window > Secondary Display) atau (cmd/ctrl + f11), akan muncul window baru seperti pada gambar 4.2. Secondary display ini juga muncul di tiap module yang sedang kita gunakan. Jadi kita bisa membandingkan satu foto dengan lainnya kapan saja.
Pada Secondary display ada pilihan untuk tampilannya, yaitu: grid view, loupe view, survey view dan compare view. Fungsi2nya mirip dengan apa yg kita lihat di main window di library, kecuali kalo di secondary display kita pilih loupe view maka akan ada pilihan tambahan seperti Normal, Live, dan Locked. Kalo kita pilih normal, tampilannya sama seperti yg kita lihat pada main window tapi disini kita bisa rubah zoom ratio-nya. Jika yg dipilih adalah live, maka ketika kita mengarahkan mouse di main display pada foto lain, foto yg ada di secondary display ikut berubah sesuai yg ditunjuk oleh mouse. Dan jika yg dipilih adalah locked, maka foto yg ada pada secondary display akan terkunci alias gak akan berubah sama sekali.


Fitur ini akan lebih berasa kegunaannya kalo kita kerja pake monitor yang besar dan menjadikan fungsi ini layaknya preview seperti di Navigator panel dengan gambar yang lebih besar. Sementara gua pake monitor yang tidak terlalu besar, jadi agak maksa-maksain sedikit monitor jadi penuh gak papa lah :P
KEYWORDING dan KEYWORD LIST PANEL
Dua bagian ini adalah dimana kita bisa mengatur keyword yg ditambahkan kedalam setiap fotonya. Pada saat kita import foto ke dalam Lightroom catalog, terdapat pilihan untuk menambahkan keyword yang gunanya untuk mempermudah pencarian foto nantinya. Dan di bagian Keywording panel ini kita dapat mengatur keyword pada satu atau beberapa foto sekaligus seperti menghapus, mengganti atau menambahkan keyword pada fotonya. Sedangkan pada Keyword List panel, disini muncul seluruh keyword yg tercatat dalam Lightroom catalog.
Seperti di Library filter, di Keyword list panel juga didata beberapa foto yang menggunakan keyword tertentu, misal kita pernah menggunakan keyword “gunung”, maka “gunung” otomatis muncul dalam list tersebut dan disebutkan pula berapa foto yang menggunakannya.
IMPORT dan EXPORT
Pada versi pertama kita bisa menggunakan Lightroom dengan foto yang mempunyai sisi terpanjang maksimal 10.000 pixels, tapi dengan versi terbaru ini kita bisa import foto dengan sisi terpanjang 65.000 pixels! Ini satu loncatan yang cukup besar buat Lightroom. Yang artinya foto yg dihasilkan dari kamera yg formatnya lebih besar dari DSLR seperti digital medium format kamera dapat menggunakan Lightroom pula Dari tampilannya, tidak banyak dari penampilan import window itu sendiri kecuali bahasa yg digunakan adobe pada menu file handling yang di versi sebelumnya agak membingungkan.
Selanjutnya pada bagian export ada pula fitur baru yg bisa menambahkan ketajaman foto untuk tampilan di layar monitor, pada kertas glossy maupun kertas matte yg biasa kita sebut disini dengan doff. Selain itu juga bisa ditambahkan info color space yg kita gunakan pada saat edit ke dalam output fotonya. Yang satu ini berguna banget kalo kita suka kerja dengan berbagai macam software, untuk mempertahankan profile warna apa yg kita gunakan pada saat edit foto. Jadi begitu kita edit fotonya dengan software lain, warnanya bisa tetap sama pada saat kita edit dengan Lightroom. Mengingat masing2 image processing software punya profile yg beda2.
—
Kiranya seperti yg diatas sedikit banyak perbedaan di Library Module pada Lightroom versi satu dan dua. Gua akan lanjutkan ke pebahasan di Develop Module dalam beberapa hari ini :mrgreen:
..end of part 1
.abi
3 Comments
Abi, aku ngefans sama kamyu >:D<
Juga pada light room ;)
Cakep… tapi akan lebih cakep lagi ada tutornya ;p
Warning: imagepng() [function.imagepng]: Unable to open '/home/sloki/user/t49518/sites/raynimage.com/www/wp-content/plugins/wp-identicon/identicon/945a3a085f47f42.png' for writing: Permission denied in /home/sloki/user/t49518/sites/raynimage.com/www/wp-content/plugins/wp-identicon/wp_identicon.php on line 219
Jagkneemagege-tool
membaca seluruh blog, cukup bagus