Selain Library module pada Lightroom, bagian Develop module juga banyak terdapat perubahan yg keren2. Disini juga banyak banget fitur baru yg sangat berguna untuk membantu kita melakukan post-processing. Yang membuat gua tambah seneng gunain ini software buat kelancaran edit mengedit foto gua begitu masuk ke komputer =D
—
DEVELOP MODULE
Develop Module adalah tempat dimana kita dapat melakukan perbaikan atau perubahan foto dalam Lightroom. Kalo kita pindah dari Library module ke Develop module, dibagian jajaran panel sebelah kiri terdapat Navigator Panel yang dapat membantu kita untuk me-review foto. Selain itu terdapat pula Presets Panel yang terdiri dari kumpulan preset default-nya Lightroom maupun preset yang udah kita tambahkan. Seperti yg gua bilang pada part 1 sebelumnya kalo semua preset yg sudah pernah dibuat tidak hilang pada saat upgrade. Dibagian preset ini pula kita bisa ngedit foto secara otomatis berdasarkan preset yang sudah ada.. tentunya kalo kita sudah punya presetnya.
Dan selama kita melakukan editing pada develop module ini, semua langkah perubahan yang kita buat akan tersimpan secara otomatis yang datanya dapat kita lihat pada History panel sehingga kalau kita melakukan kesalahan, selalu dapat kembali ke langkah sebelumnya.
Pada jajaran panel sebelah kanan, di bagian inilah terdapat kontrol2 untuk mengoreksi atau meng-adjust foto. Melalui panel2 itu pula kita bisa tentukan hasil akhir dari foto. Seperti mengatur white balance, contrast, warna, dan lain2. Disini Lightroom udah buat workflow untuk proses editing yaitu dari bagian paling atas (basic) ke bawah. Jadi untuk mempermudah, itu yg bisa kita lakukan untuk proses foto2nya. Misalnya pertama edit pada bagian Basic panel, lalu ke Tone Curve panel dan seterusnya.. tentunya pada bagian2 yang diperlukan dan dikehendaki saja.

DETAIL PANEL
Disini adalah tempat untuk mengatur ketajaman foto dan mengatur noise pada fotonya. Pada Lightroom versi 1, di bagian ini selalu ada warning yang ngasih tau ke kita kalo sebaiknya dilakukan pada zoom level satu banding satu (1:1) atau kita ngeliat fotonya dalam keadaan 100% untuk melihat efek yg dihasilkan. Lihat gambar 5.1. Jadi tidak direkomendasikan mengatur area ini ketika fotonya hanya seukuran layar monitor atau lebih kecil. Untuk itu sekarang ditambahkan preview seperti terlihat pada gambar 5.2 untuk melihat foto lebih detail tanpa harus zoom-in foto utama ke 100%. Dan juga pada gambar 5.2 yang dikotakin merah, ada semacam cursor icon yang jika diaktifkan dapat dipakai untuk menunjuk bagian pada foto utama terlihat pada preview. Dibagian ini pula ditambahkan menu Chromatic Abberation yg pada versi sebelumnya ada di panel Lens Correction.

LENS CORRECTION dan VIGNETTES PANEL
Panel Lens Correction yang ada pada Lightroom 1 seperti pada gambar 6.1, sekarang udah berubah namanya jadi Vignettes panel. Lihat gambar 6.2. Di bagian ini kita bisa membuat atau menghilangkan/ mengurangi vignette. Semenjak Lightroom ada fitur ini, bagian ini menjadi favorit bagi pengguna Lightroom termasuk gua sendiri. Saking terkenalnya si vignette ini jadi naek pangkat sampe dibikinin panel sendiri dan si lens correction malah masuk ke dalam panel vignette alias turun pangkat hehehhe. Karena dengan ditambahkan vignette ini kita bisa buat orang yg liat foto kita lebih focus pada objek utamanya. Sekarang menu-nya pun ditambahkan seperti kita bisa atur roundness dari bentuk bulat yg dihasilkan vignettenya dan dapat pula ditambahkan feather untuk memperhalus sudut vignette-nya.

CAMERA CALIBRATION PANEL
Untuk memproses foto dengan format RAW, Lightroom menggunakan dua profil warna dari setiap jenis kamera yang compatible dengan Lightroom. Kedua profil warna yang digunakan adalah Adobe Camera Raw (ACR), dan dijadikan standart oleh Lightroom karena dari masing2 pembuat kamera menggunakan profil yang belum tentu sama dengan kamera lainnya. Jadi apabila kurang puas dengan warna yang dipilih oleh Lightroom dan ingin menampilkan warna khas dari kamera tertentu, kita dapat mengoreksinya pada panel ini.

Sebagai contoh, pada Canon DSLR terdapat beberapa picture style seperti Standard, Landscape, Portrait, Faithful, Neutral dan Monochrome. Jika pada waktu pemotretan menggunakan RAW image dengan picture style faithful lalu membuka fotonya dengan Lightroom. Maka pada saat foto itu terbuka, Lightroom akan mengabaikan picture style tersebut dan menggunakan ACR sebagai dasar warnanya. Dengan kata lain, warna yang kita lihat pada LCD kamera akan berbeda dengan yang ada dalam Lightroom karena pada Lightroom itu sendiri tidak menggunakan profil warna dari tiap2 kamera yang ada tapi menggunakan warna standart yang dibuat oleh Adobe.
Pada Lightroom 2 ini kita dapat membuat preset warna seperti yg dihasilkan oleh kamera dan menambahkannya ke dalam foto. Jadi ketika foto dimasukkan ke dalam Lightroom, foto akan terlihat mirip dengan yg ada di LCD kamera. Ian Lyons dari computer-darkroom.com membuat tutorial untuk membuat profil warna dari kamera tertentu dan menyimpannya dalam Lightroom. Klik disini untuk lihat tutorialnya.
NEW TOOLSTRIP
Pada bagian ini terdapat beberapa tools atau alat2 yg biasa di lakukan fotografer sebelum era digital. Di Lightroom 2 ini terdapat beberapa tools baru seperti Graduated Filter dan Adjusment Brush. Dua fitur baru yang dapat mempermudah me-retouch foto atau membuatnya lebih menarik. Pada versi pertama hanya ada tiga tools yang berada dalam toolbar yaitu crop, spot, dan red-eye yang letaknya ada di dalam toolbar (gambar 8.1). Tapi dengan total lima buah tools ini, sekarang lokasinya berubah ke dalam panel kanan yang kumpulan ini diberi nama Toolstrip seperti gambar 8.2.

CROP & STRAIGHTEN TOOL
Cropping dan straighten atau bahasa kerennya motong dan meluruskan foto adalah salah hal yang paling sering dilakukan fotografer sejak jaman dahulu kala. Di fitur ini lagi2 Lightroom memanjakan penggunanya dengan mempermudah pengerjaannya. Hanya dengan click and drag, komposisi foto yang di-inginkan bisa tercapai. Bahkan Lightroom memberikan guide (yg sering dilupakan oleh banyak pengguna Lightroom termasuk gua :P ) berdasarkan komposisi2 popular. Enam buah guide yang bisa di munculkan melalui (View > Crop Guide Overlay), dapat dilihat seperti gambar2 dibawah ini yang sengaja gua rubah warnanya jadi merah agar lebih mudah melihatnya. Dalam fitur ini tidak tampak perubahan dalam kedua versi Lightroom.



SPOT REMOVAL TOOL
Kadang tanpa kita sadari terdapat kotoran pada foto2 kita seperti pada contoh di gambar 10.1. Yang bisa saja disebabkan oleh sensor kamera yang kotor atau kemasukan debu sehingga terekam pada foto yg dihasilkan oleh kamera tersebut. Pada Lightroom, tool satu inilah yang berguna untuk menghilangkannya dengan pilihan clone ataupun heal. Yang artinya kalau yg dipilih adalah clone, berarti kita men-copy satu bagian dan menutupi bagian yg kotor. Sedangkan pada pilihan heal, artinya dari dua bagian yg terpilih dan dipilih di bagi rata2nya. Dan pada versi terbaru ini, ditambahkan pilihan untuk mengatur opacity atau ketebalan dari area yang dipilih sehingga hasilnya terlihat lebih alami.

Pada sebelum era digital, cara seperti ini lebih kita kenal dengan tusir, mewarnai dengan kuas dan cat bagian yg terdapat bercak hingga bercak tersebut tidak terlihat lagi. Hanya saja perbedaannya di era digital ini, cara kerja-nya yang jauh lebih mudah. Dan tidak hanya titik2 debu yang kecil saja yang dapat dihilangkan dengan menggunakan tool ini, tapi objek2 yang menggangu pandangan mata juga dengan mudahnya dapat dihilangkan.
RED-EYE CORRECTION TOOL
Tool ini berfungsi untuk menghilangkan efek bola mata menjadi merah yg biasa disebabkan oleh cahaya lampu kilat yang langsung menuju ke arah mata. Pada bagian ini dari alat ini tidak terdapat perubahan dari kedua versi Lightroom. Dengan alat ini kita dapat mengatur besar kecilnya pupil mata dan warnanya seperti pada gambar dibawah ini.

GRADUATED FILTER TOOL
Graduated filter tool yang fungsinya mirip dengan gradient tool pada Adobe Photoshop adalah alat baru yang ditambahkan ke Lightroom 2. Kalau pada saat pemotretan biasa memakai filter buatan Singh Ray, Lee Filter, dan Cokin (beberapa merek terkenal pembuat gradual filter ), nah alat ini bisa dibilang versi digital dari filter tersebut. Dengan alat ini kita dapat membuat foto seperti yang dihasilkan jika mempergunakan filter gradual atau melakukan perubahan hanya ke satu bagian foto saja. Keren yah? :D
Terdapat beberapa pilihan yang dapat diatur jika menggunakan alat ini seperti exposure, brightness, contrast, saturation, clarity, sharpness dan color. Tinggal pilih mau bagian mana yang digunakan atau mengkombinasikannya. Selain itu kita juga dapat menggunakan beberapa graduated filter ini ke dalam satu foto.
Cara mempergunakanannya pun mudah. Jika yang diingkan hanya bagian atas foto saja yang dikoreksi dan bagian bawah tetap alias tanpa koreksi, tinggal click and drag dari atas foto ke bawah. Seperti contoh, gambar 12.1 itu adalah foto yg belum ditambahkan graduated filter, dan gua pengen langitnya jadi biru dan mempertahankan foreground-nya tetap hijau. Jadi yang dilakukan dengan memilih efek warna, klik dan tarik dari atas ke bawah. Hasilnya seperti terlihat pada gambar 12.3. Canggih ya?

ADJUSTMENT BRUSH TOOL
Selain Graduated Filter, Adjustment Brush juga merupakan fitur baru yang ditambahkan ke dalam Lightroom 2. Fungsi tool ini mirip dengan graduated filter tool, hanya saja kalo dengan graduated filter tool satu bagian diedit dan satu bagian tidak. Dengan adjustment brush ini kita dapat melakukan perubahan pada bagian2 tertentu saja. Kita dapat melakukan burning and dodging seperti yang biasa dilakukan pada Adobe Photoshop dengan tool ini, mengatur saturasi pada foto bagian tertentu saja, menbuat salah satu bagian foto menjadi lebih tajam, dll.
Contoh lagi, pada foto yang bisa dilihat di gambar 13.1 yang sebelum ada kedua tool baru ini hanya dapat dikoreksi dengan menggunakan Adobe Photoshop. Gua ingin menampilkan bayangan yang dibawah pada foto tersebut supaya lebih terlihat lebih jelas, dengan kata lain menaikkan exposure pada bagian bawah. Ketika mempergunakan Lightroom versi sebelumnya itu tidak mungkin dilakukan karena otomatis exposure keseluruhan foto ikut naik.
Jadi yang gua lakukan adalah membuat dua foto yang sama dengan exposure berbeda dalam Lightroom. Yang satu adalah foto awal (gambar 13.1) dan satu lagi foto yg dinaikkan exposurenya (gambar 13.2). Lalu kedua foto tersebut ditransfer ke Adobe Photoshop dan membuat masking untuk mempertahankan satu bagian, dan bagian lainnya dari foto satunya lagi.

Pada gambar 13.3 mungkin bisa mengerti apa yang gua maksud. Itu adalah susunan layer waktu ngedit di Photoshop. Layer paling bawah dimana gua mempertahankan bagian bawah foto. Pada layer yang tengah bagian bawah dibuat transparan dengan menggunakan masking. Sedangkan layer paling atas adalah kedua foto tersebut digabungkan dan ditambahkan burning pada beberapa bagian fotonya. Hasilnya bisa dilihat seperti pada gambar 13.4.


Cukup rumit bukan prosesnya? Sekarang dengan kedua fitur baru itu semuanya menjadi lebih mudah.. dengan mengkombinasikan graduated filter dan adjustment brush, apa yang sebelumnya gua lakukan di Photoshop bisa dilakukan di Lightroom saja. Only in Lightroom 2 :mrgreen:
—–
Sebenernya masih banyak lagi yg diupdate di versi baru ini.. tapi gak bisa gua bahas semuanya disini, terlalu banyak.. jadi begitulah kiranya perbedaan Lightroom di kedua versi. Yang penting, hasil pembaruannya jelas sangat bermanfaat dan cara kerjanya pun sangat di permudah untuk para fotografer di era digital photography ini.
Dan sampai disinilah pembahasan gua tentang Adobe Photoshop Lightroom 2. Apabila ada pertanyaan atau komentar, silahkan hubungi gua di abi@raynimage.com
RESOURCES:
http://www.adobe.com/go/lr_Lightroom_community_en
http://www.computer-darkroom.com
http://www.lightroomkillertips.com
.abi
One Comment
perlu memeriksa:)